JAKARTA, LintasTotabuan.com – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM menyalurkan bantuan senilai total Rp252 juta bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bantuan logistik, perusahaan juga menerjunkan 9 relawan untuk mendampingi warga di masa tanggap darurat hingga pemulihan, Jumat (4/9/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Insan INALUM dan perusahaan. Awalnya, karyawan secara sukarela menghimpun donasi. Selanjutnya perusahaan menerapkan skema matching donation 1:1, di mana setiap Rp1 donasi karyawan ditambah Rp1 oleh perusahaan.
Dengan skema tersebut, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp252 juta. Bantuan diwujudkan dalam bentuk 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus larutan isotonik, dan 84 dus air mineral.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyampaikan, aksi ini mencerminkan semangat kepedulian Insan INALUM yang ingin hadir langsung untuk masyarakat NTT.
“Bantuan ini berangkat dari kepedulian Insan INALUM. Perusahaan kemudian memperkuat semangat tersebut agar manfaatnya semakin luas. Bagi kami, kepedulian tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir langsung, mendampingi masyarakat, dan membantu mereka melewati masa pemulihan,” ujar Melati.
INALUM juga mengutus tim INALUM Relawan (I-Wan) sebanyak 9 orang ke wilayah terdampak. Relawan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga medis hingga personel keamanan.
Selama di lokasi, I-Wan bertugas mendistribusikan kebutuhan pokok, memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, serta melaksanakan kegiatan trauma healing dan pendampingan psikososial. Kehadiran relawan diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan fisik sekaligus memberikan dukungan mental bagi warga.
Bantuan secara resmi diserahkan kepada Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Brigjen TNI Hery Setiono di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT, Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, pada 1 September 2026.
Hery mengapresiasi kontribusi INALUM. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat penanganan bencana.
“Kami mengapresiasi dukungan dari INALUM. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memperkuat respons bencana sekaligus mempercepat pemulihan warga yang terdampak,” kata Hery.
Sebagai informasi, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 km. Gempa tersebut memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir dan diikuti gempa susulan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen INALUM dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.






