Penanganan Karhutla Berlanjut, Tim Gabungan Perkuat Pendinginan Lahan

Lintastotabuan.com – Pemerintah terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kerja sama berbagai pihak, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pengawasan di daerah yang berpotensi mengalami kebakaran. Di Kalimantan Barat (Kalbar), operasi penanganan masih berlangsung dengan mengutamakan pendinginan lahan gambut meskipun tidak ditemukan lagi titik api. Langkah tersebut bertujuan menghilangkan sisa bara di dalam tanah agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) RI, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi ancaman karhutla perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika memasuki periode kemarau panjang. Menurutnya, pencegahan harus melibatkan pemerintah, masyarakat, dan perusahaan yang beraktivitas di kawasan rentan kebakaran.

Bacaan Lainnya

“Seluruh pihak perlu memperkuat kerja sama dalam mencegah maupun menangani karhutla. Pelaku usaha yang menjalankan operasional di wilayah berisiko kebakaran juga harus berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Satyawan menyebutkan, peristiwa karhutla yang terjadi sepanjang tahun ini memberikan pelajaran mengenai pentingnya perlindungan ekosistem gambut dan mangrove. Pengelolaan kawasan tersebut membutuhkan perencanaan berkesinambungan serta koordinasi yang kuat antarlembaga.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Herry Heryawan, mengajak masyarakat Sumatera Selatan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai keterlibatan warga melalui kegiatan gotong royong menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kebakaran.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun sejak awal dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Partisipasi warga sangat diperlukan supaya potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” tutur Herry.

Sementara itu, Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa pemantauan BMKG mencatat 29 titik panas berkategori kepercayaan menengah. Sebarannya meliputi 24 titik di Ketapang, empat di Sintang, dan satu di Landak. Tidak terdapat titik panas dalam kategori rendah maupun tinggi.

Walaupun demikian, Satgas Udara dan Satgas Darat masih melaksanakan pendinginan, terutama pada lahan gambut. Daniel menjelaskan bahwa asap yang terlihat sesekali dapat berasal dari sisa pembakaran, bukan selalu menunjukkan munculnya kebakaran baru. Kondisi embun pagi dan pergerakan angin juga memengaruhi penyebaran asap.

Kualitas udara Kalbar kini berangsur membaik dari kategori tidak sehat menjadi sedang. BMKG turut memperkirakan hujan ringan di Kayong Utara, Pontianak, Singkawang, dan Kubu Raya, serta hujan sedang di sejumlah kabupaten lainnya.

Pemprov Kalbar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan foto dan video lama yang diklaim sebagai kondisi terbaru karhutla.

“Warga diharapkan mengikuti informasi dari saluran resmi pemerintah agar perkembangan situasi dapat dipahami secara tepat dan tidak memicu keresahan di tengah masyarakat,” tutup Daniel.

Ida Bastian

Pos terkait