BATU BARA, LintasTotabuan.com – Pemerintah Kabupaten Batu Bara mulai memfinalkan persiapan ekspor produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan komoditas pertanian. Strategi ini dipimpin langsung Bupati Dr. H. Baharuddin Siagian.
Rapat koordinasi digelar di Ruang Kerja Bupati, Rabu (12/8/2026). Hadir Wakil Bupati Syafrizal, jajaran kepala OPD, serta perwakilan perusahaan besar seperti PT Inalum, Pelindo Kuala Tanjung, dan PT Wilmar.
Baharuddin menyebut, Batu Bara memiliki keunggulan logistik dengan 3 pelabuhan aktif. Yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Inalum, dan pelabuhan yang dikelola pihak swasta. Ketiganya dinilai mampu menjadi penopang distribusi ekspor.
“Potensi hasil pertanian dan UMKM kita sangat besar. Dengan dukungan perusahaan dan fasilitas tiga pelabuhan yang ada, kita berharap produk-produk Batu Bara dapat berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas,” kata Baharuddin.
Dalam rapat, dibahas sejumlah kendala teknis ekspor mulai dari perizinan, standar mutu, kemasan, hingga sistem distribusi. Pemerintah daerah menargetkan solusi terintegrasi agar proses ekspor berjalan efektif dan berkelanjutan.
Bupati menekankan, keberhasilan ekspor membutuhkan sinergi. Pemerintah daerah, dunia usaha, pelaku UMKM, dan petani harus satu visi.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong dan memfasilitasi agar potensi yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kita ingin produk Batu Bara memiliki daya saing dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, ekspor diharapkan mendongkrak nilai tambah komoditas, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rapat ini juga dihadiri Kepala Bea Cukai, Kepala KSOP, Dirut PT Tantira Global Marine, para pengusaha ekspor, Pj Sekda, Asisten II, serta Plt Kadis KopUKM, Perindag, Pertanian, Perikanan dan DPMPTSP.
Pemkab berkomitmen membangun ekosistem ekspor yang terintegrasi. Tujuannya agar produk Batu Bara tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.






