Boltim, Lintastotabuan.com – Puisiku akan terus setia mengingatkan bahwa pertengkaran adalah api, leluasa membakar taman taman kehidupan, pertikaian adalah asap beracun, sanggup hancurkan peradaban.
Demikian sepenggal kutipan puisi salah satu sastrawan Nasional, Jamal Rahman Iroth yang seringkali ia suarakan lewat panggung-panggung demokrasi di berbagai Daerah, termasuk di Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Kepada Lintastotabuan, Jamal Rahman Iroth mengungkapkan rencananya untuk menggelar pentas seni melalui Panggung Rekonsiliasi Demokrasi (PRD) yang turut melibatkan peran dari Gen Z.
“Kontestasi telah selesai, sekarang saatnya kita berkolaborasi. PRD ini adalah wadah untuk memulihkan persatuan di tengah generasi muda pasca Pilkada 2024,” ujar Jamal Rahman Iroth, Selasa (03/12/2024).
Jamal menuturkan, PRD mengusung semangat kolaborasi antar pendukung pasangan calon (Paslon) dengan berbagai kegiatan seni, seperti musik, puisi, stand-up comedy, hingga orasi budaya.
Dirinya berharap, kegiatan ini nantinya dapat mendorong Milenial dan Gen-Z untuk tetap produktif dan konstruktif dalam bingkai kebersamaan.
“Panggung seni ini bukan hanya tentang hiburan, tapi juga ruang refleksi dan penggalangan solidaritas. Kita ingin menunjukkan bahwa meskipun berbeda pilihan, kita tetap bisa berkarya bersama,” tutur Jamal.
Lebih lanjut ia terangkan, kegiatan ini juga dirancang sebagai gerakan mandiri dengan penggalangan dana melalui “ngamen” dan donasi dari masyarakat.
Jamal menambahkan, bahwa pentas seni PRD tersebut akan digelar menjelang malam pergantian tahun atau awal Januari 2025.
Sebab menurutnya, tahun baru adalah sebuah momentum strategis untuk memulai hal baru dengan semangat persatuan yang baru pula.
Dirinya pun berharap, PRD menjadi langkah awal untuk merajut kembali harmoni sosial yang terkoyak akibat dinamika politik.
“Generasi muda adalah aset bangsa. Mereka harus belajar menyikapi perbedaan dengan lebih dewasa, kreatif, dan berjiwa besar,” pungkas Jamal.
Penulis: Dhyrta | Editor: Redaksi






