Warga Pasar Lapan Resah, Keluhkan Bau TPA Sampah Di Desanya

BATU BARA, LintasTotabuan.com – Warga Desa Pasar Lapan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara mengeluhkan keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di desa tersebut. Pasalnya, selain berbau keberadaan tempat pembuangan sampah itu juga hanya berkisar lima ratus meter dari pemukiman warga sehingga berdampak air berwarna hitam dan jika hujan turun dapat menyebabkan kulit terasa gatal gatal imbas dari tumpukan sampah itu.

Hal tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat desa Pasar Lapan, Bram Hajani Nur, SE kepada wartawan media ini, Senin (06/12/2021)

Bacaan Lainnya

” Baunya itu sangat menyengat kalau sampah se Kabupaten Batu Bara ini dibuang dekat situ karena jarak dari perumahan itu sekitar 500 meter, apalagi kalau hari hujan gini bang, air tempat kami berwarna hitam dan berbau,” ujar Bram mewakili warga desa Pasar Lapan.

Ia menduga bahwa tempat pembuangan sampah itu tidak ada ijinnya, hal itu kata Bram terkuak pada saat masalah tersebut dibawa pada rapat dengar pendapat di Komisi l DPRD Batu Bara.

” Selama hampir 12 tahun lebih itu tidak ada ijinnya awalnya itu di buang-buang gitu aja, lama kelamaan diambil alih oleh orang-orang dinas lingkungan hidup. Kita sudah buat tanda tangan 200 warga untuk menolak adanya TPA sampah di Pasar Lapan kita naikkan ke desa. Kami meminta persetujuannya dan diketahui kepala desa, BPD dan kepala lorong dan perangkatnya mengetahui bahwa masyarakat menolak adanya TPA, bahkan hingga ke kantor Camat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Pria bertubuh gempal ini mengatakan bahwa pihaknya tetap menolak TPA sampah di Pasar Lapan apapun ceritanya sewaktu rapat di kantor camat. Namun kata Bram, pihak Dinas Lingkungan Hidup minta penangguhan 1 tahun, jadi kalau penangguhan 1 tahun lanjut Bram, pihaknya meminta mobil sampah jangan lewat lagi dari kampung. Kenapa kata Bram, yang pertama bahwa kalau membawa sampah terlalu full sehingga jatuh sepanjang kampung itu dan pihaknya tidak mengijinkan mobil sampah melintas, tetapi kalau mobil sampah kosong diperbolehkan.

” Nyatanya setelah kami biarkan perjanjian tidak sesuai dengan apa yang kita bahas di DPRD, masuk juga ini mobil sampah ini berisi sampah, kami koordinasi lagi dan bilang jangan sempat nanti anggota ku dan warga di sini anarkis, kalau berisi jangan masuk pasar lapan, kalau kosong boleh, mereka beralasan dari jalan benteng sudah rusak,” ungkap Bram kesal.

Untuk itu, lanjut Bram, hari Minggu bersama warga sekitar membuat posko penolakan TPA sampah di ladang baru dengan modal sendiri dengan berjaga bergantian di posko itu.

” Kami harapkan bahwasanya ada titik terang, Kemarin tuh lokasinya mau dipindahkan, namun masalahnya dana dipakai untuk penanggulangan Covid-19 jadi tidak bisa terealisasi jadi minta tempo 1 tahun, nanti kami akan melayangkan surat kedua tujuannya ke dinas tarukim. Selama 12 tahun lebih tidak ada namanya dikasih ke warga kompensasi,” keluhnya

Menanggapi keluhan warga ini, Plt Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Batu Bara, Azhar ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (06/12/2021) menyampaikan akan mengecek ke lokasi tersebut. ” Nanti saya perintahkan anggota untuk mengambil sampel air biar di uji labkan,” ujarnya singkat. (MA)

Pos terkait